Selamat Datang

Selamat datang di Blog ini. semoga isi dari blog ini bisa membantu saudara sekalian dalam menambah Pengen tahu anda agar anda sekalian menjadi manusia yang penuh dengan pengetahuan dan sekaligus mampu mengaplikasikan dalam hidup saudara setiap hari.

Monday, 16 March 2015

Menampilkan Performa yang Baik Pada saat Melamar Pekerjaan

Orang yang melamar pekerjaan selalu termotivasi untuk menampilkan dirinya dalam tokoh yang terbaik. Sebagai hasilnya, hal ini terkadang dapat menyebabkan tidak akuratnya pelukisan berbagai kemampuan, ketrampilan, pengalaman, dan kepribadian. Berdasarkan hal ini, bagaimana seharusnya anda mendekati lamaran pekerjaan tertulis dari pelamar pekerjaan dan daftar riwayat hidup jika sasaran anda adalah memastikan secara akurat bahwa surat tersebut mencerminkan berbagai pengalaman di masa lalu dan prestasinya?
Ada 4 hal penting yang dilakukan untuk memastikan secara akurat untuk mengetahui pengalaman di masa lalu dan prestasi calon karyawan yaitu:
a. Pemeriksaan Surat Lamaran
Pada tahap awal ini organisasi melalui departemen SDM akan memeriksa surat lamaran yang ada untuk mengecek kesesuaian syarat yang sudah ada untuk pekerjaan yang di tawarkan. Beberapa informasi yang perlu di lihat ialah: Contact information, Work experience, Educational background, Technical experience dan Memberships in professional or trade groups.
b. Pengecekan latar belakang 
Untuk tahap ini perusahaan atau organisasi akan mengecek latar belakang calaon karyawan dengan melihat tingkah lakunya di masayarakat biasanya ini akan berhubungan dengan hukum sehingga akan di cek adakah pelanggaran hukum yang telah dilakukan atau adakah tindakan yang telah meresahkan masyarakat. Pada tahap ini juga akan mengecek referensi yg yang pelamar rekomendasikan dan dilakukan kontak dengan person yang dijadikan referensi untuk mengetahui performa dan kemampuan calon karyawan pada tempat kerja yang lama.
c. Tes 
Pada tahap ini juga calon karyawan akan di tes dengan standar yang sudah ditentukan oleh perusahaan yaitu tes Aptitude tes dimana dalam tes ini akan melihat apakah keinginan untuk belajar dan memperoleh skill dan pengetahuan yang baru. Tes yang lain yaitu tes achievement tes yaitu mengukur pengetahuan dan skill seseorang. 
Dalam tahap ini juga akan dilakukan beberapa tes penting lain yaitu: tes kesahatan, tes kejujuran, tes kepribadian, dan tes performa kerja.
d. Interview atau wawancara.
Dengan cara ini umumnya dapat diketahui mengenai sifat dan kepribadian pelamar, penampilan, kemampuan berkomunikasi, kemampuan untuk mengambil keputusan secara tepat.

Pada proses wawancara tatap muka, langkah-langkah apakah yang dapat diambil agar dapat memastikan bahwa pelamar sedang terus-terang dan jujur dengan anda, serta langkah-langkah apa yang harus anda lakukan jika dia tidak melukiskan keadaan dirinya tidak akurat dari dirinya sendiri?
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam wawancara agar mengetahui seorang calon karyawan jujur atau tidak. Secara singkat dan tegas, dapat dikatakan bahwa yang kita cari dalam atau melalui wawancara adalah bukti atau indikasi bahwa calon karyawan yang kita wawancarai memenuhi standar untuk tiap dimensi kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, sedapat mungkin semua pertanyaan yang diajukan selama wawancara harus diarahkan kepada usaha “menggali bukti-bukti” atau indikasi tersebut. Inilah yang oleh para pakar dan konsultan sekarang ini disebut sebagai Wawancara Terfokus (Focused Interview). Pelamar dapat menjawab semua pertanyaan dengan tepat (kadang-kadang kriterianya “benar”) dan “tidak kelihatan gugup” maka ia memenuhi syarat untuk lulus.
Sebenarnya pewawancara profesional harus menilai seseorang pelamar tidak hanya dari benar atau tepatnya jawaban pelamar (malah kadang-kadan beberapa jawaban tidak dipersoalkan apakah salah atau benar), tetapi juga dari faktor-faktor lain, seperti:
a)  Cara menjawab pertanyaan. Aspek ini menunjukkan cara dan kemampuannya berkomunikasi secara lisan khususnya kemampuan menyampaikan buah pikirannya.
b) Suara, tata bahasa, dan bahasa tubuhnya. Bagaimanapun suara seseorang dapat mempengaruhi keberhasilannya dalam pekerjaan-pekerjaan tertentu. Tata bahasa yang digunakan akan mencerminkan tingkat pendidikan dan intelektualnya. Bahasa tubuh juga menunjukkan kemampuan pengendalian dirinya.
c) Isi jawaban untuk tiap pertanyaannya:
Ø  Kebenaran
Ø  Ketepatan (relevansi dengan pertanyaan)
Ø  Kejelasan
Ø  Mutu Jawaban
Ø  Sikap pelamar selama wawancara
Semua aspek tersebut di atas akan mencerminkan kedalaman pengetahuan dan/ atau kejujurannya seandainya ia tidak mengetahui jawaban untuk pertanyaan kita.
d). Sikap pelamar selama wawancara. Apakah pelamar terlihat penuh minat, antusiasme, tegang, serius, santai, memberi kesan angkuh, gugup, atau tidak percaya diri? Aspek-aspek tersebut dapat menunjukkan konsep diri, kedewasaaan emosi, dan tingkat rasa percaya diri pelamar.
e).  Penampilan fisik pelamar, yaitu ketepatan dan kerapihan dalam berpakaian, penataan rambut, muka, dll
f). Disiplin/ ketepatan pelamar atas waktu.
2. Diluar pendekatan pendekatan tradisional yang meninjau kembali lamaran pekerjaan dan melakukan wawancara tatap muka, langkah-langkah lain apakah yang dapat anda ambil sebagai pengusaha agar dapat memastikan bahwa orang yang sedang anda rekrut memiliki kemampuan, ketrampilan, pengalaman di masa lalu dan kepribadian yang tepat?
1. Melakukan cek standar performa
HRD akan mencoba mencari tahu latar belakang dari calon pekerja mulai dari sejarah bekerja, lokasi tempat tinggal, tanggal masuk kerja, dan sebagainya. 
Bagian personalia juga akan melihat kejanggalan antara apa yang dituliskan kandidat dengan temuan mereka dari pengecekan. 
2. Melihat tanda-tanda yang tak masuk akal
Rentang waktu tertentu yang tak bisa dijelaskan pada poin pengalaman kerja, keengganan untuk menjelaskan alasan tidak lagi bekerja di kantor lama, serta jeda waktu cukup lama antara waktu kerja juga bisa meningkatkan kewaspadaan si personalia. 
Surat lamaran kerja bisa berisi kebohongan, sehingga bukan hal aneh untuk personalia mencoba mengecek ke situs kantor lama si calon pelamar kerja dan menggunakan nomor telepon referensi yang tercantum di surat lamaran untuk mencari verifikasi. 

3. Menggunakan situs jejaring sosial
Profil yang ada di situs jejaring sosial bisa berisi informasi-informasi yang sifatnya umum dan membantu perusahaan memverifikasi beberapa informasi tentang si pelamar kerja, seperti sejarah si kandidat atau tahun lulus. 

4. Tes kemampuan
Saat temu muka, si personalia atau siapa pun yang akan mewawancarai kandidat pegawai akan mencoba menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam pekerjaan, umumnya hal-hal yang sifatnya teknis, entah si pelamar sudah pernah menjalaninya atau belum. 
Untuk menkonfirmasi, pihak perusahaan akan mencoba menanyakan hal-hal spesifik dan teknis mengenai kemampuan yang diakui si kandidat atau bahkan melakukan tes atas kemampuan yang diakui si kandidat bisa ia lakukan. 
5. Bersedia mendengar penjelasan
Kesalahan atau kesalahpahaman amat mungkin terjadi. Bila perusahaan atau pihak personalia melihat ada kejanggalan, mereka mungkin akan memberikan kesempatan si kandidat untuk menjelaskan. Bila hal ini terjadi, sebaiknya siapkan jawaban terbaik untuk kesalahan apapun yang ada di surat lamaran maupun yang pernah Anda lakukan di masa lalu. 
6. Intuisi
Menghadapi sulitnya tugas mencari kandidat terbaik, setiap personalia harus mempercayai intuisi dan pengalamannya. Bila mereka merasa ada yang tidak pas dari diri si pelamar kerja, maka ia akan melepasnya. 

No comments:

Post a Comment