Filsafat manajemen merupakan pengetahuan
tentang hakikat manajemen, serta prisip-prinsip yang diterapkan dalam proses
adminidtrasi, dengan proses pemikiran yang mendalam, sistematis, radikal,
rasional, terhadap sumber pengetahuan administrasi dan tujuan administrasi. Filsafat
ilmu manajemen membantu dalam memahami landasan filosofis dari ilmu manajemen,
menggali pertanyaan-pertanyaan kritis tentang tujuan dan etika dalam praktik
manajemen, serta menyelidiki cara manajemen berhubungan dengan konsep-konsep
filosofis yang lebih luas. Ini merupakan aspek penting dalam mengembangkan
pemahaman yang lebih dalam tentang disiplin manajemen dan dampaknya terhadap
masyarakat dan lingkungan bisnis. Untuk itu dalam filsafat ilmu manajemen
menggunakan tiga pendekatan utama yaitu ontologi ilmu manajemen, Epistemologi
ilmu manajemen dan axiology ilmu manajemen dengan ketiga pendekatan ini ilmu
manajemen lebih muda dipahami dan diprkatikan dalam organisasi.
1. Ontologi
Ontologi ilmu manajemen adalah suatu
kerangka konseptual atau model konsep yang digunakan untuk memahami dan
menjelaskan aspek-aspek fundamental dalam ilmu manajemen. Ini mencakup
pengertian tentang apa yang menjadi objek, konsep, dan entitas yang mendasari
ilmu manajemen. Ontologi ilmu manajemen dapat membantu dalam mengidentifikasi
elemen-elemen kunci dan hubunganya dalam konteks manajemen.
Berikut adalah beberapa
elemen ontologi ilmu manajemen beserta contoh:
Manajer:
Manajer adalah individu atau kelompok yang bertanggung jawab untuk mengelola
sumber daya dan mencapai tujuan organisasi. Contoh: Seorang direktur eksekutif
dalam sebuah perusahaan. Jika dihubungkan dengan tempat kerja saya maka
kelompok memegang para dekan dan para direktur yang bertanggung jawan pada tata
kelola fakultas dan unit pendukung dalam menjalan fungsi akademik dan fungsi
manajemen di tempat saya bekerja, dimana kelompok ini juga mengambil bagian
dalam dewan eksekutif yang bertangung jawab pada kelancaran kegiatan operasi
setiap hari berdasarkan perencanaan tahunan yang sudah ditetapkan.
Tujuan
Organisasi: Tujuan organisasi adalah hasil atau prestasi yang
ingin dicapai oleh organisasi. Contoh: Meningkatkan pangsa pasar perusahaan
sebesar 10% dalam satu tahun. Dili institute of technology (DIT) memiliki
tujuan yaitu mencacpai visi dan misi. Visina adalah Dili Institut of Technology bercita-cita menjadi pusat
keunggulan regional pada tahun 2050 yang memberikan peluang bagi pengalaman
pembelajaran akademis, budaya dan profesional tingkat lanjut, dalam komunitas
yang peduli, yang dirancang untuk mendorong kesuksesan dalam masyarakat global.
Dan misinya adalah Dili Institute of Technology adalah menyelenggarakan
pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi berdasarkan standar internasional
pada tingkat sarjana dan pascasarjana, dan pelatihan profesional, guna
mempersiapkan mahasiswa memperoleh kualifikasi yang baik dan profesi yang
memadai. Dalam perjalanan DIT sebagai institute akademik telah melakukan tiga
kali pembaharuan visi dan misi yaitu pada awal pendirian tahun 2002, 2012 dan
2020.
Penyusunan visi dan misi
ini melibatkan seluruh staff bersamaan dengan strategic plan dengan demikian
pemahaman atas tujuan yang tertuang dalam visi dan misi dipahami secara menyeluruh
oleh staf baik akademik maupun non-akademik sehinga para eksekutif muda untuk
membuat rencana kerja tahunan, dan trimesteral.
Sumber
Daya:
Sumber daya adalah aset yang digunakan dalam proses manajemen, termasuk
manusia, uang, waktu, peralatan, dan lain sebagainya. Contoh: Uang tunai,
karyawan, teknologi.
Sumber daya Dili institute of tehnology
terdiri dari sumber daya manusia yaitu 160 orang dosen pengajar yang melakukan
tugas mengajar di 4 fakultas dan 10 11 jurusan dan sumber daya non akademik
atau staf administrasi terdapat 40 orang yang bertugas untuk melakukan
tugas—tugas administrasi harian untuk mendukung proses akademik sesuai dengan
rencana kerja tahunan. sumberdaya keuangan diperoleh dari SPP yang dibayar oleh
mahasiswa pada tiap trimester disamping itu mahasiswa juga diwajibkan membayar
uang gedung selama kuliah di DIT. Sumber daya keuangan ini dibawah control
langsung dewan fiscal sebagai perwakilan dari board of Trustee dan para
pendiri, sumber daya keuangan ini juga di kelola untuk menunjang seluruh
aktifitas sesuai dengan rencana kerja ang telah disetujui oleh BoT DIT.
Perencanaan:
Perencanaan adalah proses merumuskan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan
tersebut. Contoh: Pengembangan rencana bisnis untuk lima tahun ke depan. DIT
memiliki Rencana stratejik untuk pengembangan selama 50 tahun kedepan dan
renacna statejk ini diturunkan pada rencana tahunan, perumusan rencana pengembangan
ini juga dilakukan dengan melibatkan seluruh dewan eksekutif. Dari rencana
pengembangan stratejik ini setiap unit kerja melakukan perencanaan kerja untuk
setiap tahunnya
Pengorganisasian:
Pengorganisasian melibatkan struktur organisasi, penugasan tanggung jawab, dan
alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan. Contoh: Membentuk departemen
pemasaran untuk fokus pada peningkatan penjualan.
Dili institute of
Tehnology merupakan salah satu-satunya institusi pendidikan di Timor-Leste yang
non-profit di mana dan tidak memiliki yayasan. Namun Secara kelembagaan
pengurus Dili Institute of Technogy (DIT) adalah Dewan Pengawas (Board of
Trustee) yang bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, akuntabilitas dan
standar tinggi seluruh usaha DIT yaitu dengan one tier system dengan gambaran
strukturnya sebagai berikut: Board of Trustee DIT berjumlah 33 orang yang
berisikan 9 orang pendiri, Rektorat dan Senat yang berjumlah 4 orang mewakili
staf akademik, non-akademik dan President Senat Mahasiswa dan President alumni,
staf senior 5 orang dan lainya dari para pemangku kepentingan seperti pengusaha dan akademisi yang di pimpin
oleh President dan wakil Presiden dimana bertugas untuk mimpin dan mengarahkan
seluruh aktivitas kelembagaan seperti melakukan pemilihan Rektor, menyetujui,
mengevaluasi dan mengawasi secara langsung seluruh aktivitas management di
institusi, untuk itu Board of Trustees DIT
menempatkan dua lembaga perwakilan yaitu Dewan Fiskal dan Dewan
Permanen.
Dewan permanen bertugas
untuk mengawasi semua kegiatan dewan pelaksana yang di pimpin oleh Rektor baik
itu kegiatan akademik maupun non akademik, sedangkan Dewan Fiskal bertugas
memonitor dan mengevaluasi penyerapan anggaran perencanaan tahunan yang telah
di setujui oleh Board of trustee DIT. Kedua dewan ini bekerja sama dengan
Rektor dan sebagai lembaga untuk berkonsultasi terhadap semua keputusan yang
akan diputuskan baik secara fiscal maupun non-fiskal dalam institusi.
Kepemimpinan:
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan
organisasi. Contoh: Seorang CEO yang memimpin perusahaan dalam mencapai tujuan
keberlanjutan. Sedangkan secara akademis, DIT Dipimpin dan diatur oleh Senat
Akademik yang di pimpin oleh seorang Rektor di bantu oleh empat orang wakil
rector pada bidang akademik, administrasi, perencanaan dan kerja sama dan
kemahasiswaan dan alumni, sebagai lembaga pengelola yang bertanggung jawab atas
seluruh pengambilan keputusan dan pelaksanaan mutu akademik pada seluruh
jenjang proses belajar mengajar. Dengan berfungsinya Senat Akademik dengan baik
diharapkan DIT dapat mempertahankan daya saingnya sebagai institusi pendidikan
tinggi di Timor-Leste yang selalu berstandar tinggi dalam kualitas keilmuan dan
pedagogi yang menjadi landasan pengakuannya secara nasional dan internasional.
DIT sebagai institusi
pendidikan tinggi untuk kepentingan umum di Timor-Leste, DIT berupaya secara
berkelanjutan menciptakan segala kondisi dan menjamin kepercayaan masyarakat
terhadap kegiatan perkuliahan dan penelitian DIT, dengan memanfaatkan
akreditasi kelembagaan dan program DIT yang dilakukan secara terus menerus dan
berkala oleh DIT. Badan Pengkajian dan Akreditasi Akademik Nasional (ANAAA) dan
pengakuan sosial yang terus meningkat DIT dari tahun ke tahun.
Senat Akademik terdiri
dari unit yang saling berkaitan dalam menjalankan tugasnya untuk menjamin mutu
dan kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ketua senat di
pimpin oleh Rektor, Dewan disiplin, dewan pedagogis, ketua jurusan, direktur
kampus rejional, direktur Administrasi akademik dan Kurikulum serta direktur
perpustakaan. Adapun didalam struktur senat sendiri ada Dewan disiplin pada
bagian akademik dan staf non akademik yang di pimpin oleh masing-masing PR
Akademik dan PR RAP untuk menangani masalah-masalah disipliner di dalam
institusi baik dari segi akademik maupun non-akademik
Pengendalian:
Pengendalian melibatkan pemantauan kinerja dan pengambilan tindakan korektif
jika diperlukan untuk mencapai tujuan. Contoh: Memonitor laporan keuangan dan
menyesuaikan anggaran jika diperlukan.
DIT sebagai institusi
akademik memiliki system pengendali mutu atau kualitas yaitu melalui Unit
quality Control unit ini mengontrol dan mengevaluasi seluruh kegiatan akademik
melalui system TSC (Teaching Score Card) dan RSC (Research Score Card) dalam
setiap trimester dengan kedua system ini setiap dosen akan dinilai seluruh
performanya dalam setahun kerja berbasis pada hasil penilaian ini seoarang
dosen akan mendapat promosi kenaikan gaji dan jabatan.
Sistem pengendalian keuangan di DIT
menggunakan dua system yaitu system audit internal dimana unit ini bertugas
untuk memastikan bahwa seluruh transaksi yang dilakukan tiap hari bersifat
transparan dan akuntabel sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. System
yang kedua adalah system audit eksternal dimana system audit ini dilakukan
setahun sekali dengan bekerja sama dengan pihak audit independen dari luar.
Adapun perwakilan dari dewan fiscal dan dewan permanen yang memonitoring
sepanjang tahun kedua system ini agar semua kegiatan yang dilakukan sesuai
dengan perencanaan kerja yang sudah ditetapkan oleh dewan Board.
Inovasi:
Inovasi adalah proses pengembangan ide-ide baru atau perubahan yang membantu
organisasi berkembang dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Contoh:
Pengembangan produk baru atau perbaikan proses produksi. DIT selalu
mengembangkan ide-ide baru dalam beberapa tahun terakhir lebih setelah masa
covid 19 yaitu seperti melakukan penggabungan jurusan-jurusan yang memiliki
akar ilmu sama menjadi satu jurusan sehingga memudahkan untuk memobilisasi
sumber daya yang ada. Membuka dua jurusan baru seperti akuntansi dan jurusan
Bahasa ingris. DIT juga membuka Prgoram Post Graduate MBA dan Ph.D. selain itu
DIT juga meningkatkan kualitas pelayanan di bagian adminstrasi akademik dengan
menggunakan DIT SMART yang mengintegrasikan seluruh proses pelayanan mahasiswa
hanya dengan smartphone.
Kualitas:
Kualitas merujuk pada tingkat keunggulan atau kesesuaian produk atau layanan
dengan standar yang ditetapkan. Contoh: Memastikan produk memenuhi standar
kualitas yang ditetapkan oleh industri. Untuk memastikan kualitas dari para
lulusan, DIT selalu berkerja untuk kualitas dimana inovasi dan perubahan
dilakukan berdasarkan hasil evaluasi internal yaitu melalui system teaching
Score card dan Research Score card (TSC&RSC) karena dalam system evaluasi
ini penilaian semua pihak diibatkan semua agar hasil dari evaluasi
menggambarkan keadaan yang sebenarnya sebagai sebuah satu kesatuan yaitu
evaluasi dari mahasiswa untuk setiap mata kuliah keahlian, evaluasi kehadiran,
evaluasi kualitas materi pembelajaran dari setiap mata kuliah, pelayanan dari
setiap dosen pada setiap mahasiswa, fasilitas pembelajaran dan hal lain yang
berkaitan langsung dengan proses akademik di DIT. Selain itu DIT juga selalu
melakukan Evaluasi eksternal dari pihak industry melalui thruster study, dan
mahasiswa diharuskan melakukan PKL din industry yang sesuai dengan kompetensi
jurusan dari sana selalu mendapatkan masukan-masukan yang dijadikan dasar untuk
melalukan perubahan pada proses akademik agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Lingkungan
Bisnis: Lingkungan bisnis mencakup faktor eksternal seperti
pasar, pesaing, regulasi pemerintah, dan tren industri yang memengaruhi
pengambilan keputusan manajemen. Contoh: Analisis pasar untuk menentukan
permintaan konsumen. DIT sebagai institute pendidikan yang melakukan tri dharma
perguruan tinggi selalu berkaca pada faktor eksternal seperti, dimana
dikelilingi oleh 4 universitas dan 10 institute dengan kondisi persaingan yang
ketat ini DIT selalu cepat dan tanggap dalam melakukan perubahan untuk menjawab
kebutuhan pasar yang meminati lulusan dengan skill mumpuni untuk itu DIT selalu
menevaluasi diri dalam bentuk progress report yang dilaporkan ke badan
akreditasi nasional Timor-Leste ANAAA-TL yang selalu mengontrol proses
pengembangan setiap jurusan di tiap institusi pendidika TL. Melalui progress
report itu akan mendapat masukan agar terus meningkatkan kualitas lulusan. DIT
juga selalu mengoperasikan program studi baru setelah mendapatkan ijin
operasional dari kementrian pendidikan tinggi guna menjaga keperaaan publik di
Timor-Leste. Lingkungan bisnis sangat menentukan tingkat ketahanan sebuah
organisasi karena ketika sebuah proses manajemen dalam organisasi tidak
berdasarkan keinginan dan kebutuhan pasar atau industru maka akan menjadi
sia-sia.
2. Epistemologi Ilmu manajemen
Epistemologi ilmu
manajemen adalah cabang dari epistemologi yang berkaitan dengan bagaimana
pengetahuan diperoleh, digunakan, dan diterapkan dalam konteks manajemen. Ini
membahas pertanyaan-pertanyaan tentang asal-usul pengetahuan, sumber-sumbernya,
metode yang digunakan dalam pengembangan pengetahuan, dan bagaimana pengetahuan
tersebut memengaruhi pengambilan keputusan dan praktik manajemen. Berikut
adalah beberapa konsep dan contoh dalam epistemologi ilmu manajemen:
Sumber
Pengetahuan dalam Manajemen: Epistemologi ilmu manajemen
mempertimbangkan berbagai sumber pengetahuan yang digunakan oleh para manajer
dan praktisi manajemen. Sumber-sumber ini bisa mencakup data empiris,
pengalaman praktis, literatur akademis, dan penelitian ilmiah. Contohnya adalah
penggunaan laporan keuangan untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja keuangan
suatu perusahaan. DIT dalam setiap pengambilan keputusan selalu menggunakan
data-data yang dapat empris seperti laporan keuangan tahunan, laporan
trimesteral para eksekutif. Pada tahun 2015-2018 DIT sulit meminjam kebank
karena laporan keuangan dan laporan asset belum sesuai dengan standar yang
seharusnya dan pada saat itu dimulailah menata arah manajemen baru dimana semua
asset didata dihitung nilai valuasinya dan jug struktur laporan keuangn ditata
sesuai dengan laporan tim audit eksternal, berdasarkan perbaikan itu pada tahun
2019 langsung mendapatkan pinjaman dari bank untuk membangun prasarana gedung
perkuliahan. Dengan demikian jelas bahwa data-data ilmiah dalam organisasi
sangat membantu untuk melakukan keputusan-keputusan manajemen.
Metode
Penelitian dalam Manajemen: Epistemologi ilmu manajemen juga
membahas metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dalam
disiplin ini. Metode-metode ini dapat meliputi survei, analisis data,
wawancara, studi kasus, dan pemodelan matematis. Sebagai contoh, seorang
peneliti manajemen mungkin menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data
tentang kepuasan pelanggan. Metode penelitian memegang peranan yang penting dan
krusial dalam sebuah institusi pendidikan seperti di DIT dalam pengajaran mata
kuliah, dalam pengambilan keputusan manajemen, dalam penulisan ilmiah dan
sekaligus dalam melakukan pelayanan masyarakat agar hasil yang didapat bias
dipertangungjawabkan secara ilmiah juga. Dalam beberapa tahun lalu DIT sebagai
institusi akademik tidak memiliki SOP dan tidak memilidi pedoman penulisan
ilmiah yang baik sehingga menyulitkan mahasiswa untuk menyelesaikan masa
studinya tepat waktu karena setiap dosen membimbing mahasiswa dalam menulis
tugas akhir berdasarkan pengalaman dan penetahuan masing-masing, untuk itu
dibuatlah SOP dan pedoman penulisan ilmiah dan sampai saat ini semua pelayanan
mengikuti SOP dan dalam penulisan ilmiah pun mengikuti pedoman yang sudah
disahkan.
Validitas
Pengetahuan dalam Manajemen: Pertanyaan tentang validitas
pengetahuan dalam ilmu manajemen sering menjadi fokus epistemologi. Ini
melibatkan pertimbangan tentang sejauh mana pengetahuan tersebut dapat
diandalkan dan relevan dalam konteks manajemen. Misalnya, seberapa valid hasil
penelitian yang menyatakan bahwa pelatihan karyawan meningkatkan produktivitas?
Validitas
pengetahuan dalam manajemen di tempat kerja merujuk pada keaslian, relevansi,
dan keakuratan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan
pelaksanaan tugas manajerial. Validitas pengetahuan adalah faktor penting dalam
memastikan bahwa manajemen di DIT berjalan dengan efisien dan efektif. Berikut
adalah beberapa aspek penting validitas pengetahuan dalam manajemen di tempat
kerja saya:
Sumber
Pengetahuan yang Terpercaya: Validitas pengetahuan dimulai
dengan memastikan bahwa sumber informasi yang digunakan dalam pengambilan
keputusan adalah tepercaya dan memiliki rekam jejak yang baik. Informasi yang
berasal dari sumber yang terpercaya lebih mungkin benar dan relevan. Di DIT
sumber pengetahuan untuk penambilan keputusan adalah ART, peraturan akademik,
surat keputusan rector dan SOP serta pedoman pelaksanaan tugas manajemen setiap
hari. Relevansi Informasi:
Pengetahuan yang digunakan dalam manajemen harus relevan dengan tugas dan
tujuan yang sedang dikejar. Informasi yang tidak relevan dapat mengganggu pengambilan
keputusan yang efektif. Keakuratan Data:
Data yang digunakan dalam manajemen harus akurat dan up-to-date. Keputusan yang
dibuat berdasarkan informasi yang salah atau usang dapat mengarah pada kesalahan
dan masalah di tempat kerja. Pengujian
Validitas: Ketika menghadapi situasi yang kompleks, penting untuk menguji
validitas pengetahuan dengan mengumpulkan data tambahan, meminta masukan dari
tim atau ahli, atau melakukan penelitian lebih lanjut. Validasi melalui Pengalaman: Pengalaman pribadi dan keberhasilan
sebelumnya juga dapat digunakan untuk menguji validitas pengetahuan. Jika suatu
pendekatan atau keputusan telah berhasil dalam situasi serupa di masa lalu, ini
dapat mengukuhkan validitasnya. Maka penempatan posisi eksekutif di DIT
berdasarkan prestasi dan keberhasilan di jabatan sebelumnya sangat penting dan
dengan pendekatan ini perkembangan DIT terus mingkat dari tahun ketahun.
Keterbukaan
terhadap Pembelajaran: Manajer di tempat kerja juga harus
bersedia untuk mengakui ketidakpastian dalam beberapa situasi dan bersedia
untuk belajar dari pengalaman. Hal ini memungkinkan penyesuaian dan perbaikan
berkelanjutan dalam manajemen.
Penggunaan
Alat Manajemen: Beberapa alat manajemen, seperti
analisis SWOT, analisis risiko, dan evaluasi dampak, dapat membantu memastikan
validitas pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Alat-alat manajemen ini
merupakan instrument utama dalam setiap pengambilan keputusan manajemen sehinga
selalu memberi dampak positif pada perkembangan DIT dan ini terlihat selama
Pandemi Covid dan sesudahnya tingkat keperayaan masyarakat untuk memiih kuliah
di DIT meningkat yang sebelumnya jumlah mahasiswa selalu dibawah seribu tiap
tahun dan selama 4 tahun terakhir melebih target yaitu 1400 mahasiwa baru
setiap tahun.
Komunikasi
yang Efektif: Komunikasi yang baik antara manajer dan
tim serta antar manajer adalah penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang
valid diterapkan dan dipahami dengan benar di seluruh organisasi.
Dalam manajemen di tempat kerja, validitas
pengetahuan adalah salah satu elemen kunci dalam mencapai tujuan bisnis dan
mengelola sumber daya dengan efektif. Keputusan yang didasarkan pada
pengetahuan yang valid dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi
risiko, dan mempromosikan keberlanjutan organisasi. Untuk kelancaran proses
kerja DIT menggunakan berbagai media komunikasi untuk meyampaikan informasi
seperti Faecbook group, whatsapp group, pertemuan regular dan komunikasi via
telephone atau pun mealui video call. Dengan memamfaatkan kemajuan teknologi di
berbagai lini manajemen akan meningkatkan produktifitas dan pengambilan
keputusan ang efektif dan efisien.
Teori
dan Konsep dalam Manajemen: Teori dan konsep yang digunakan
dalam manajemen sering menjadi bagian penting dalam epistemologi ilmu
manajemen. Penelitian dan pengembangan teori baru dalam manajemen mempengaruhi
pemahaman kita tentang disiplin ini. Contoh: Teori "teori manajemen
partisipatif" oleh Douglas McGregor mengenai gaya kepemimpinan yang berbeda.
DIT sebagai institute akademik telah mengembangkan beberapa cara untuk
meningkatkan pengembangan ilmu manajemen yaitu dengan mengalokasi dana
penelitian untuk tiap fakultas dan membuat jurnal internasional dalam bidang
manajemen dan teknik sebagai wadah publikasi hasil penelitian dan temuan
pengembangan ilmu yaitu TLJBM (Timor-Leste Jurnal Bussines and management) dan
TLJES (Timor-Leste jurnal engeenering and Science).
Pengambilan
Keputusan dan Pengetahuan: Bagaimana pengetahuan memengaruhi
pengambilan keputusan dalam manajemen adalah pertimbangan penting dalam
epistemologi ilmu manajemen. Pengambilan keputusan yang efektif seringkali
bergantung pada pengetahuan yang kuat dan relevan. Misalnya, Dekan Fakultas
mengambil keputusan berdasarkan aturan dan prosedur internal DIT dan sekaligus
mengunakan tren indsutri dan regulasi dari pemerintah.
Penggunaan
Pengetahuan dalam Praktik Manajemen: Bagaimana pengetahuan
digunakan dalam praktik manajemen adalah hal penting yang dibahas dalam
epistemologi ilmu manajemen. Ini melibatkan penerapan konsep, teori, dan data
dalam situasi nyata. Sebagai contoh, seorang manajer yang mengimplementasikan
konsep manajemen lean dalam produksi pabriknya.
Epistemologi ilmu manajemen membantu kita
memahami asal-usul pengetahuan dalam disiplin ini, bagaimana pengetahuan
dikembangkan, dan bagaimana pengetahuan tersebut memengaruhi praktik manajemen
dan pengambilan keputusan. Ini memiliki dampak signifikan pada cara organisasi
dan individu beroperasi dan berinovasi dalam lingkungan bisnis yang terus
berubah. Dengan adanya epistemologi dalam beberapa tahun terakhir beberapa
doctor manajemen yang menduduki jabatan penting dalam DIT mulai merubah cara
pandang dan cara mengambil keputusan bukan hanya berdasarkan suka atau tidak
tetapi berdasarkan data dan keberlanjutan institusi.
3.
Pemahaman saya mengenai Metodologi ilmu
manajemen merujuk pada kerangka kerja atau pendekatan yang digunakan untuk
merancang, melaksanakan, dan menganalisis penelitian atau studi dalam konteks
manajemen. Metodologi ini membantu saya sebagai peneliti atau praktisi
manajemen dalam merumuskan pertanyaan penelitian, mengumpulkan data,
menganalisis temuan, dan membuat kesimpulan. Berikut adalah beberapa aspek
penting dalam pemahaman saya mengenai metodologi ilmu manajemen:
Ø Desain
Penelitian: Desain penelitian adalah tahap awal dalam metodologi ilmu
manajemen. Ini melibatkan pemilihan jenis penelitian yang sesuai, seperti
penelitian kualitatif, kuantitatif, atau campuran (mixed methods). Desain
penelitian juga mencakup pemilihan alat dan teknik yang akan digunakan untuk
mengumpulkan data.
Ø Kerangka
Teoretis: Setiap penelitian dalam ilmu manajemen biasanya diperkuat oleh teori
atau kerangka kerja konseptual yang relevan. Kerangka ini memberikan dasar
untuk merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian serta membantu dalam
interpretasi hasil.
Ø Pengumpulan
Data: Metodologi manajemen akan merinci cara data akan dikumpulkan. Ini bisa
melibatkan metode seperti survei, wawancara, observasi, analisis dokumen, uji
lapangan, atau metode lain yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Ø Analisis
Data: Penelitian dalam ilmu manajemen sering melibatkan analisis data yang
rumit. Metodologi akan menjelaskan alat analisis yang akan digunakan, seperti
statistik, perangkat lunak analisis data, atau teknik kualitatif, serta
bagaimana data akan diinterpretasikan.
Ø Pengambilan
Keputusan: Metodologi ilmu manajemen mempertimbangkan cara pengambilan
keputusan yang akan diterapkan dalam analisis data. Ini melibatkan interpretasi
hasil dan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan.
Ø Konteks
Organisasi: Penting untuk memahami konteks organisasi atau bisnis yang relevan
dalam penelitian manajemen. Ini bisa mencakup aspek seperti budaya organisasi,
struktur, lingkungan eksternal, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi
manajemen.
Ø Etika
Penelitian: Etika penelitian adalah komponen kunci dalam metodologi ilmu manajemen.
Ini melibatkan perlindungan hak individu yang berpartisipasi dalam penelitian
dan menjaga kerahasiaan data.
Ø Validitas
dan Reliabilitas: Validitas dan reliabilitas adalah faktor penting dalam
metodologi ilmu manajemen. Validitas mengukur apakah alat pengukuran atau
instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas menilai
sejauh mana pengukuran dapat diandalkan dan konsisten.
Ø Keterbatasan
Penelitian: Metodologi ilmu manajemen juga akan membahas
keterbatasan-keterbatasan penelitian, seperti batasan sampel, kendala sumber
daya, atau faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.
Pemahaman yang baik tentang metodologi
ilmu manajemen sangat penting untuk merancang penelitian yang kuat dan valid.
Metodologi yang tepat akan membantu memastikan bahwa penelitian memberikan
kontribusi yang berarti dalam pemahaman dan praktik di bidang manajemen. Penelitian
dalam ilmu manajemen melibatkan sejumlah metodologi yang beragam yang dapat
digunakan dalam proposal penelitian disertasi. Di bawah ini, saya akan
memberikan contoh metodologi umum dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam
proposal penelitian disertasi dalam ilmu manajemen:
1. Metodologi Kualitatif:
Metode penelitian kualitatif adalah
pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami, menjelaskan, dan menggali
makna dalam konteks sosial dan budaya. Metode ini sering digunakan dalam ilmu
sosial, humaniora, dan ilmu perilaku untuk mengeksplorasi aspek kompleks dari
kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa jenis metode penelitian kualitatif
yang umum digunakan:
Wawancara
Kualitatif: Melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan
responden. Wawancara ini bisa terstruktur (pertanyaan tertentu) atau tak
terstruktur (lebih terbuka). Wawancara mendalam adalah contoh wawancara kualitatif
yang lebih dalam untuk memahami pandangan dan pengalaman individu.
Observasi
Partisipatif: Peneliti berpartisipasi aktif dalam
situasi yang sedang diamati. Ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan
wawasan mendalam tentang budaya dan interaksi yang terjadi.
Studi
Kasus: Fokus pada pemahaman mendalam satu kasus atau
sejumlah kasus dalam konteks yang lebih luas. Studi kasus sering digunakan
untuk mengeksplorasi kasus unik atau fenomena kompleks.
Analisis
Konten: Melibatkan analisis teks tertulis, audio, atau
visual. Ini sering digunakan dalam penelitian media, analisis wacana, dan
analisis teks lainnya.
Metode
Grounded Theory: Pendekatan yang dirancang untuk
mengembangkan teori baru dari data yang dikumpulkan. Ini melibatkan proses
pengkodean dan analisis data secara iteratif untuk mengidentifikasi pola dan
tema yang muncul.
Penelitian
Etnografi: Penelitian etnografi melibatkan pemeriksaan mendalam
tentang budaya dan kehidupan sosial suatu kelompok. Peneliti sering tinggal di
komunitas yang diteliti untuk waktu yang cukup lama untuk memahami lebih dalam
kehidupan sehari-hari dan norma sosial.
Analisis
Naratif: Penelitian ini berfokus pada narasi atau cerita yang
diceritakan oleh individu atau kelompok. Peneliti menganalisis bagaimana narasi
ini membentuk identitas dan pengalaman.
Penelitian
Aksi:
Jenis penelitian yang melibatkan partisipasi aktif dalam upaya perbaikan atau
perubahan dalam konteks tertentu. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah atau
memperbaiki situasi yang ada.
Metode
Penelitian Historis: Penelitian ini melibatkan analisis
dokumen, arsip, dan sumber daya historis lainnya untuk memahami peristiwa atau fenomena
dalam konteks sejarah.
Metode
Penelitian Studi Kejadian: Penelitian ini melibatkan analisis
peristiwa atau kejadian tertentu untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi
atau menyebabkannya.
Deskriptif:
Metode deskriptif dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena tertentu dalam
manajemen, seperti budaya organisasi atau dinamika tim. Penelitian ini mungkin
melibatkan studi kasus, observasi, atau wawancara mendalam dengan subjek
penelitian.
Metode penelitian
kualitatif sering digunakan ketika peneliti ingin menjawab pertanyaan
"bagaimana" dan "mengapa" tentang fenomena yang kompleks.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang
realitas sosial dan budaya, dan sering digunakan dalam penelitian sosial,
psikologi, antropologi, pendidikan, dan berbagai disiplin lainnya.
2. Metodologi Kuantitatif:
Survei:
Metode survei dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dalam
skala besar. Ini cocok untuk mengukur variabel-variabel yang dapat diukur dalam
manajemen, seperti kepuasan karyawan atau faktor-faktor yang mempengaruhi
produktivitas.
Analisis
Regresi: Analisis regresi dapat digunakan untuk memahami
hubungan antara variabel-variabel dalam manajemen, seperti faktor-faktor yang
memengaruhi kinerja perusahaan.
Metodologi Gabungan:
3.
Metode
Campuran (Mixed Methods): Pendekatan campuran menggabungkan
elemen kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian. Ini bisa digunakan jika
Anda ingin mendalami aspek kualitatif dan kuantitatif dari topik manajemen
Anda.
Studi Tindakan (Action Research): Metode
ini melibatkan kolaborasi dengan organisasi atau perusahaan dalam rangka
perbaikan masalah atau praktik manajemen yang ada. Ini mencakup pengumpulan
data, analisis, dan tindakan untuk perbaikan.
4.
Metodologi
Eksperimental:
Eksperimen
Lapangan: Ini melibatkan eksperimen di lapangan yang
memungkinkan peneliti memanipulasi variabel tertentu dalam lingkungan manajemen
untuk memahami dampaknya.
Uji A/B (A/B Testing): Metode ini umum
digunakan dalam manajemen produk dan pemasaran. Ini melibatkan membandingkan
dua versi produk atau strategi pemasaran untuk melihat mana yang lebih efektif.
5.
Metodologi
Penelitian Tindakan (Action Research):
Penelitian tindakan melibatkan kolaborasi
dengan organisasi atau perusahaan dalam rangka perbaikan masalah atau praktik
manajemen yang ada. Ini mencakup pengumpulan data, analisis, dan tindakan untuk
perbaikan.
Dalam memilih metodologi yang sesuai,
dalam proposal penelitian disertasi, saya juga harus menjelaskan kerangka
konseptual disertasi, tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, dan pendekatan
analisis yang akan digunakan. Penting juga untuk merinci bagaimana saya
mengumpulkan dan menganalisis data serta mengapa metodologi yang dipilih adalah
yang terbaik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Keseluruhan proposal harus
memadukan elemen-elemen ini untuk meyakinkan pembaca bahwa penelitian dari
disertasi saya akan menjadi kontribusi berharga dalam ilmu manajemen.
Referensi;
Armour, John, et al. 2009. “Private
Enforcement of Corporate Law: An Empirical
Comparison
of the United Kingdom and the United States”, Journal of Empirical
Legal
Studies, 6 (4) : 687–722.
Chris Provis (2017) "Philosophy of
Management"
Ticker, R. I. (2009). Corporate Governance
- Principles, Policies and Practices.
Oxford:
Oxford University Press.
Michael W. Small (2004) Philosophy in management: A new trend in management
development, Journal of Management Development
Thomas D. Lynch "Philosophy of
Management"-------------
Usman, Husaini. 2013. Manajemen, Teori,
Praktik dan Riset Pendidikan, Edisi 4
Jakarta:
Bumi Aksara
Wesite DIT, https://dit.edu.tl/
No comments:
Post a Comment