Selamat Datang

Selamat datang di Blog ini. semoga isi dari blog ini bisa membantu saudara sekalian dalam menambah Pengen tahu anda agar anda sekalian menjadi manusia yang penuh dengan pengetahuan dan sekaligus mampu mengaplikasikan dalam hidup saudara setiap hari.

Tuesday, 21 November 2023

Filsafat Ilmu Management dan prakteknya ditempat kerja

 

Filsafat manajemen merupakan pengetahuan tentang hakikat manajemen, serta prisip-prinsip yang diterapkan dalam proses adminidtrasi, dengan proses pemikiran yang mendalam, sistematis, radikal, rasional, terhadap sumber pengetahuan administrasi dan tujuan administrasi. Filsafat ilmu manajemen membantu dalam memahami landasan filosofis dari ilmu manajemen, menggali pertanyaan-pertanyaan kritis tentang tujuan dan etika dalam praktik manajemen, serta menyelidiki cara manajemen berhubungan dengan konsep-konsep filosofis yang lebih luas. Ini merupakan aspek penting dalam mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang disiplin manajemen dan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan bisnis. Untuk itu dalam filsafat ilmu manajemen menggunakan tiga pendekatan utama yaitu ontologi ilmu manajemen, Epistemologi ilmu manajemen dan axiology ilmu manajemen dengan ketiga pendekatan ini ilmu manajemen lebih muda dipahami dan diprkatikan dalam organisasi.

 

1.      Ontologi

Ontologi ilmu manajemen adalah suatu kerangka konseptual atau model konsep yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan aspek-aspek fundamental dalam ilmu manajemen. Ini mencakup pengertian tentang apa yang menjadi objek, konsep, dan entitas yang mendasari ilmu manajemen. Ontologi ilmu manajemen dapat membantu dalam mengidentifikasi elemen-elemen kunci dan hubunganya dalam konteks manajemen.

Berikut adalah beberapa elemen ontologi ilmu manajemen beserta contoh:

Manajer: Manajer adalah individu atau kelompok yang bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya dan mencapai tujuan organisasi. Contoh: Seorang direktur eksekutif dalam sebuah perusahaan. Jika dihubungkan dengan tempat kerja saya maka kelompok memegang para dekan dan para direktur yang bertanggung jawan pada tata kelola fakultas dan unit pendukung dalam menjalan fungsi akademik dan fungsi manajemen di tempat saya bekerja, dimana kelompok ini juga mengambil bagian dalam dewan eksekutif yang bertangung jawab pada kelancaran kegiatan operasi setiap hari berdasarkan perencanaan tahunan yang sudah ditetapkan.

Tujuan Organisasi: Tujuan organisasi adalah hasil atau prestasi yang ingin dicapai oleh organisasi. Contoh: Meningkatkan pangsa pasar perusahaan sebesar 10% dalam satu tahun. Dili institute of technology (DIT) memiliki tujuan yaitu mencacpai visi dan misi. Visina adalah Dili Institut  of Technology bercita-cita menjadi pusat keunggulan regional pada tahun 2050 yang memberikan peluang bagi pengalaman pembelajaran akademis, budaya dan profesional tingkat lanjut, dalam komunitas yang peduli, yang dirancang untuk mendorong kesuksesan dalam masyarakat global. Dan misinya adalah Dili Institute of Technology adalah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi berdasarkan standar internasional pada tingkat sarjana dan pascasarjana, dan pelatihan profesional, guna mempersiapkan mahasiswa memperoleh kualifikasi yang baik dan profesi yang memadai. Dalam perjalanan DIT sebagai institute akademik telah melakukan tiga kali pembaharuan visi dan misi yaitu pada awal pendirian tahun 2002, 2012 dan 2020.

Penyusunan visi dan misi ini melibatkan seluruh staff bersamaan dengan strategic plan dengan demikian pemahaman atas tujuan yang tertuang dalam visi dan misi dipahami secara menyeluruh oleh staf baik akademik maupun non-akademik sehinga para eksekutif muda untuk membuat rencana kerja tahunan, dan trimesteral.

Sumber Daya: Sumber daya adalah aset yang digunakan dalam proses manajemen, termasuk manusia, uang, waktu, peralatan, dan lain sebagainya. Contoh: Uang tunai, karyawan, teknologi.

Sumber daya Dili institute of tehnology terdiri dari sumber daya manusia yaitu 160 orang dosen pengajar yang melakukan tugas mengajar di 4 fakultas dan 10 11 jurusan dan sumber daya non akademik atau staf administrasi terdapat 40 orang yang bertugas untuk melakukan tugas—tugas administrasi harian untuk mendukung proses akademik sesuai dengan rencana kerja tahunan. sumberdaya keuangan diperoleh dari SPP yang dibayar oleh mahasiswa pada tiap trimester disamping itu mahasiswa juga diwajibkan membayar uang gedung selama kuliah di DIT. Sumber daya keuangan ini dibawah control langsung dewan fiscal sebagai perwakilan dari board of Trustee dan para pendiri, sumber daya keuangan ini juga di kelola untuk menunjang seluruh aktifitas sesuai dengan rencana kerja ang telah disetujui oleh BoT DIT.

Perencanaan: Perencanaan adalah proses merumuskan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan tersebut. Contoh: Pengembangan rencana bisnis untuk lima tahun ke depan. DIT memiliki Rencana stratejik untuk pengembangan selama 50 tahun kedepan dan renacna statejk ini diturunkan pada rencana tahunan, perumusan rencana pengembangan ini juga dilakukan dengan melibatkan seluruh dewan eksekutif. Dari rencana pengembangan stratejik ini setiap unit kerja melakukan perencanaan kerja untuk setiap tahunnya

 

Pengorganisasian: Pengorganisasian melibatkan struktur organisasi, penugasan tanggung jawab, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan. Contoh: Membentuk departemen pemasaran untuk fokus pada peningkatan penjualan.

Dili institute of Tehnology merupakan salah satu-satunya institusi pendidikan di Timor-Leste yang non-profit di mana dan tidak memiliki yayasan. Namun Secara kelembagaan pengurus Dili Institute of Technogy (DIT) adalah Dewan Pengawas (Board of Trustee) yang bertanggung jawab atas seluruh pengelolaan, akuntabilitas dan standar tinggi seluruh usaha DIT yaitu dengan one tier system dengan gambaran strukturnya sebagai berikut: Board of Trustee DIT berjumlah 33 orang yang berisikan 9 orang pendiri, Rektorat dan Senat yang berjumlah 4 orang mewakili staf akademik, non-akademik dan President Senat Mahasiswa dan President alumni, staf senior 5 orang dan lainya dari para pemangku kepentingan  seperti pengusaha dan akademisi yang di pimpin oleh President dan wakil Presiden dimana bertugas untuk mimpin dan mengarahkan seluruh aktivitas kelembagaan seperti melakukan pemilihan Rektor, menyetujui, mengevaluasi dan mengawasi secara langsung seluruh aktivitas management di institusi, untuk itu Board of Trustees DIT  menempatkan dua lembaga perwakilan yaitu Dewan Fiskal dan Dewan Permanen.

Dewan permanen bertugas untuk mengawasi semua kegiatan dewan pelaksana yang di pimpin oleh Rektor baik itu kegiatan akademik maupun non akademik, sedangkan Dewan Fiskal bertugas memonitor dan mengevaluasi penyerapan anggaran perencanaan tahunan yang telah di setujui oleh Board of trustee DIT. Kedua dewan ini bekerja sama dengan Rektor dan sebagai lembaga untuk berkonsultasi terhadap semua keputusan yang akan diputuskan baik secara fiscal maupun non-fiskal dalam institusi.

Kepemimpinan: Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Contoh: Seorang CEO yang memimpin perusahaan dalam mencapai tujuan keberlanjutan. Sedangkan secara akademis, DIT Dipimpin dan diatur oleh Senat Akademik yang di pimpin oleh seorang Rektor di bantu oleh empat orang wakil rector pada bidang akademik, administrasi, perencanaan dan kerja sama dan kemahasiswaan dan alumni, sebagai lembaga pengelola yang bertanggung jawab atas seluruh pengambilan keputusan dan pelaksanaan mutu akademik pada seluruh jenjang proses belajar mengajar. Dengan berfungsinya Senat Akademik dengan baik diharapkan DIT dapat mempertahankan daya saingnya sebagai institusi pendidikan tinggi di Timor-Leste yang selalu berstandar tinggi dalam kualitas keilmuan dan pedagogi yang menjadi landasan pengakuannya secara nasional dan internasional.

DIT sebagai institusi pendidikan tinggi untuk kepentingan umum di Timor-Leste, DIT berupaya secara berkelanjutan menciptakan segala kondisi dan menjamin kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan perkuliahan dan penelitian DIT, dengan memanfaatkan akreditasi kelembagaan dan program DIT yang dilakukan secara terus menerus dan berkala oleh DIT. Badan Pengkajian dan Akreditasi Akademik Nasional (ANAAA) dan pengakuan sosial yang terus meningkat DIT dari tahun ke tahun.

Senat Akademik terdiri dari unit yang saling berkaitan dalam menjalankan tugasnya untuk menjamin mutu dan kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Ketua senat di pimpin oleh Rektor, Dewan disiplin, dewan pedagogis, ketua jurusan, direktur kampus rejional, direktur Administrasi akademik dan Kurikulum serta direktur perpustakaan. Adapun didalam struktur senat sendiri ada Dewan disiplin pada bagian akademik dan staf non akademik yang di pimpin oleh masing-masing PR Akademik dan PR RAP untuk menangani masalah-masalah disipliner di dalam institusi baik dari segi akademik maupun non-akademik

Pengendalian: Pengendalian melibatkan pemantauan kinerja dan pengambilan tindakan korektif jika diperlukan untuk mencapai tujuan. Contoh: Memonitor laporan keuangan dan menyesuaikan anggaran jika diperlukan.

DIT sebagai institusi akademik memiliki system pengendali mutu atau kualitas yaitu melalui Unit quality Control unit ini mengontrol dan mengevaluasi seluruh kegiatan akademik melalui system TSC (Teaching Score Card) dan RSC (Research Score Card) dalam setiap trimester dengan kedua system ini setiap dosen akan dinilai seluruh performanya dalam setahun kerja berbasis pada hasil penilaian ini seoarang dosen akan mendapat promosi kenaikan gaji dan jabatan.

Sistem pengendalian keuangan di DIT menggunakan dua system yaitu system audit internal dimana unit ini bertugas untuk memastikan bahwa seluruh transaksi yang dilakukan tiap hari bersifat transparan dan akuntabel sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada. System yang kedua adalah system audit eksternal dimana system audit ini dilakukan setahun sekali dengan bekerja sama dengan pihak audit independen dari luar. Adapun perwakilan dari dewan fiscal dan dewan permanen yang memonitoring sepanjang tahun kedua system ini agar semua kegiatan yang dilakukan sesuai dengan perencanaan kerja yang sudah ditetapkan oleh dewan Board.

 

Inovasi: Inovasi adalah proses pengembangan ide-ide baru atau perubahan yang membantu organisasi berkembang dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Contoh: Pengembangan produk baru atau perbaikan proses produksi. DIT selalu mengembangkan ide-ide baru dalam beberapa tahun terakhir lebih setelah masa covid 19 yaitu seperti melakukan penggabungan jurusan-jurusan yang memiliki akar ilmu sama menjadi satu jurusan sehingga memudahkan untuk memobilisasi sumber daya yang ada. Membuka dua jurusan baru seperti akuntansi dan jurusan Bahasa ingris. DIT juga membuka Prgoram Post Graduate MBA dan Ph.D. selain itu DIT juga meningkatkan kualitas pelayanan di bagian adminstrasi akademik dengan menggunakan DIT SMART yang mengintegrasikan seluruh proses pelayanan mahasiswa hanya dengan smartphone.

Kualitas: Kualitas merujuk pada tingkat keunggulan atau kesesuaian produk atau layanan dengan standar yang ditetapkan. Contoh: Memastikan produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh industri. Untuk memastikan kualitas dari para lulusan, DIT selalu berkerja untuk kualitas dimana inovasi dan perubahan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi internal yaitu melalui system teaching Score card dan Research Score card (TSC&RSC) karena dalam system evaluasi ini penilaian semua pihak diibatkan semua agar hasil dari evaluasi menggambarkan keadaan yang sebenarnya sebagai sebuah satu kesatuan yaitu evaluasi dari mahasiswa untuk setiap mata kuliah keahlian, evaluasi kehadiran, evaluasi kualitas materi pembelajaran dari setiap mata kuliah, pelayanan dari setiap dosen pada setiap mahasiswa, fasilitas pembelajaran dan hal lain yang berkaitan langsung dengan proses akademik di DIT. Selain itu DIT juga selalu melakukan Evaluasi eksternal dari pihak industry melalui thruster study, dan mahasiswa diharuskan melakukan PKL din industry yang sesuai dengan kompetensi jurusan dari sana selalu mendapatkan masukan-masukan yang dijadikan dasar untuk melalukan perubahan pada proses akademik agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Lingkungan Bisnis: Lingkungan bisnis mencakup faktor eksternal seperti pasar, pesaing, regulasi pemerintah, dan tren industri yang memengaruhi pengambilan keputusan manajemen. Contoh: Analisis pasar untuk menentukan permintaan konsumen. DIT sebagai institute pendidikan yang melakukan tri dharma perguruan tinggi selalu berkaca pada faktor eksternal seperti, dimana dikelilingi oleh 4 universitas dan 10 institute dengan kondisi persaingan yang ketat ini DIT selalu cepat dan tanggap dalam melakukan perubahan untuk menjawab kebutuhan pasar yang meminati lulusan dengan skill mumpuni untuk itu DIT selalu menevaluasi diri dalam bentuk progress report yang dilaporkan ke badan akreditasi nasional Timor-Leste ANAAA-TL yang selalu mengontrol proses pengembangan setiap jurusan di tiap institusi pendidika TL. Melalui progress report itu akan mendapat masukan agar terus meningkatkan kualitas lulusan. DIT juga selalu mengoperasikan program studi baru setelah mendapatkan ijin operasional dari kementrian pendidikan tinggi guna menjaga keperaaan publik di Timor-Leste. Lingkungan bisnis sangat menentukan tingkat ketahanan sebuah organisasi karena ketika sebuah proses manajemen dalam organisasi tidak berdasarkan keinginan dan kebutuhan pasar atau industru maka akan menjadi sia-sia.

 

2.      Epistemologi Ilmu manajemen

Epistemologi ilmu manajemen adalah cabang dari epistemologi yang berkaitan dengan bagaimana pengetahuan diperoleh, digunakan, dan diterapkan dalam konteks manajemen. Ini membahas pertanyaan-pertanyaan tentang asal-usul pengetahuan, sumber-sumbernya, metode yang digunakan dalam pengembangan pengetahuan, dan bagaimana pengetahuan tersebut memengaruhi pengambilan keputusan dan praktik manajemen. Berikut adalah beberapa konsep dan contoh dalam epistemologi ilmu manajemen:

Sumber Pengetahuan dalam Manajemen: Epistemologi ilmu manajemen mempertimbangkan berbagai sumber pengetahuan yang digunakan oleh para manajer dan praktisi manajemen. Sumber-sumber ini bisa mencakup data empiris, pengalaman praktis, literatur akademis, dan penelitian ilmiah. Contohnya adalah penggunaan laporan keuangan untuk mendapatkan wawasan tentang kinerja keuangan suatu perusahaan. DIT dalam setiap pengambilan keputusan selalu menggunakan data-data yang dapat empris seperti laporan keuangan tahunan, laporan trimesteral para eksekutif. Pada tahun 2015-2018 DIT sulit meminjam kebank karena laporan keuangan dan laporan asset belum sesuai dengan standar yang seharusnya dan pada saat itu dimulailah menata arah manajemen baru dimana semua asset didata dihitung nilai valuasinya dan jug struktur laporan keuangn ditata sesuai dengan laporan tim audit eksternal, berdasarkan perbaikan itu pada tahun 2019 langsung mendapatkan pinjaman dari bank untuk membangun prasarana gedung perkuliahan. Dengan demikian jelas bahwa data-data ilmiah dalam organisasi sangat membantu untuk melakukan keputusan-keputusan manajemen.

Metode Penelitian dalam Manajemen: Epistemologi ilmu manajemen juga membahas metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dalam disiplin ini. Metode-metode ini dapat meliputi survei, analisis data, wawancara, studi kasus, dan pemodelan matematis. Sebagai contoh, seorang peneliti manajemen mungkin menggunakan metode survei untuk mengumpulkan data tentang kepuasan pelanggan. Metode penelitian memegang peranan yang penting dan krusial dalam sebuah institusi pendidikan seperti di DIT dalam pengajaran mata kuliah, dalam pengambilan keputusan manajemen, dalam penulisan ilmiah dan sekaligus dalam melakukan pelayanan masyarakat agar hasil yang didapat bias dipertangungjawabkan secara ilmiah juga. Dalam beberapa tahun lalu DIT sebagai institusi akademik tidak memiliki SOP dan tidak memilidi pedoman penulisan ilmiah yang baik sehingga menyulitkan mahasiswa untuk menyelesaikan masa studinya tepat waktu karena setiap dosen membimbing mahasiswa dalam menulis tugas akhir berdasarkan pengalaman dan penetahuan masing-masing, untuk itu dibuatlah SOP dan pedoman penulisan ilmiah dan sampai saat ini semua pelayanan mengikuti SOP dan dalam penulisan ilmiah pun mengikuti pedoman yang sudah disahkan.

Validitas Pengetahuan dalam Manajemen: Pertanyaan tentang validitas pengetahuan dalam ilmu manajemen sering menjadi fokus epistemologi. Ini melibatkan pertimbangan tentang sejauh mana pengetahuan tersebut dapat diandalkan dan relevan dalam konteks manajemen. Misalnya, seberapa valid hasil penelitian yang menyatakan bahwa pelatihan karyawan meningkatkan produktivitas? Validitas pengetahuan dalam manajemen di tempat kerja merujuk pada keaslian, relevansi, dan keakuratan informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas manajerial. Validitas pengetahuan adalah faktor penting dalam memastikan bahwa manajemen di DIT berjalan dengan efisien dan efektif. Berikut adalah beberapa aspek penting validitas pengetahuan dalam manajemen di tempat kerja saya:

Sumber Pengetahuan yang Terpercaya: Validitas pengetahuan dimulai dengan memastikan bahwa sumber informasi yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah tepercaya dan memiliki rekam jejak yang baik. Informasi yang berasal dari sumber yang terpercaya lebih mungkin benar dan relevan. Di DIT sumber pengetahuan untuk penambilan keputusan adalah ART, peraturan akademik, surat keputusan rector dan SOP serta pedoman pelaksanaan tugas manajemen setiap hari. Relevansi Informasi: Pengetahuan yang digunakan dalam manajemen harus relevan dengan tugas dan tujuan yang sedang dikejar. Informasi yang tidak relevan dapat mengganggu pengambilan keputusan yang efektif. Keakuratan Data: Data yang digunakan dalam manajemen harus akurat dan up-to-date. Keputusan yang dibuat berdasarkan informasi yang salah atau usang dapat mengarah pada kesalahan dan masalah di tempat kerja. Pengujian Validitas: Ketika menghadapi situasi yang kompleks, penting untuk menguji validitas pengetahuan dengan mengumpulkan data tambahan, meminta masukan dari tim atau ahli, atau melakukan penelitian lebih lanjut. Validasi melalui Pengalaman: Pengalaman pribadi dan keberhasilan sebelumnya juga dapat digunakan untuk menguji validitas pengetahuan. Jika suatu pendekatan atau keputusan telah berhasil dalam situasi serupa di masa lalu, ini dapat mengukuhkan validitasnya. Maka penempatan posisi eksekutif di DIT berdasarkan prestasi dan keberhasilan di jabatan sebelumnya sangat penting dan dengan pendekatan ini perkembangan DIT terus mingkat dari tahun ketahun.

Keterbukaan terhadap Pembelajaran: Manajer di tempat kerja juga harus bersedia untuk mengakui ketidakpastian dalam beberapa situasi dan bersedia untuk belajar dari pengalaman. Hal ini memungkinkan penyesuaian dan perbaikan berkelanjutan dalam manajemen.

Penggunaan Alat Manajemen: Beberapa alat manajemen, seperti analisis SWOT, analisis risiko, dan evaluasi dampak, dapat membantu memastikan validitas pengetahuan dalam pengambilan keputusan. Alat-alat manajemen ini merupakan instrument utama dalam setiap pengambilan keputusan manajemen sehinga selalu memberi dampak positif pada perkembangan DIT dan ini terlihat selama Pandemi Covid dan sesudahnya tingkat keperayaan masyarakat untuk memiih kuliah di DIT meningkat yang sebelumnya jumlah mahasiswa selalu dibawah seribu tiap tahun dan selama 4 tahun terakhir melebih target yaitu 1400 mahasiwa baru setiap tahun.

Komunikasi yang Efektif: Komunikasi yang baik antara manajer dan tim serta antar manajer adalah penting untuk memastikan bahwa pengetahuan yang valid diterapkan dan dipahami dengan benar di seluruh organisasi.

Dalam manajemen di tempat kerja, validitas pengetahuan adalah salah satu elemen kunci dalam mencapai tujuan bisnis dan mengelola sumber daya dengan efektif. Keputusan yang didasarkan pada pengetahuan yang valid dapat membantu meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko, dan mempromosikan keberlanjutan organisasi. Untuk kelancaran proses kerja DIT menggunakan berbagai media komunikasi untuk meyampaikan informasi seperti Faecbook group, whatsapp group, pertemuan regular dan komunikasi via telephone atau pun mealui video call. Dengan memamfaatkan kemajuan teknologi di berbagai lini manajemen akan meningkatkan produktifitas dan pengambilan keputusan ang efektif dan efisien.

Teori dan Konsep dalam Manajemen: Teori dan konsep yang digunakan dalam manajemen sering menjadi bagian penting dalam epistemologi ilmu manajemen. Penelitian dan pengembangan teori baru dalam manajemen mempengaruhi pemahaman kita tentang disiplin ini. Contoh: Teori "teori manajemen partisipatif" oleh Douglas McGregor mengenai gaya kepemimpinan yang berbeda. DIT sebagai institute akademik telah mengembangkan beberapa cara untuk meningkatkan pengembangan ilmu manajemen yaitu dengan mengalokasi dana penelitian untuk tiap fakultas dan membuat jurnal internasional dalam bidang manajemen dan teknik sebagai wadah publikasi hasil penelitian dan temuan pengembangan ilmu yaitu TLJBM (Timor-Leste Jurnal Bussines and management) dan TLJES (Timor-Leste jurnal engeenering and Science).

Pengambilan Keputusan dan Pengetahuan: Bagaimana pengetahuan memengaruhi pengambilan keputusan dalam manajemen adalah pertimbangan penting dalam epistemologi ilmu manajemen. Pengambilan keputusan yang efektif seringkali bergantung pada pengetahuan yang kuat dan relevan. Misalnya, Dekan Fakultas mengambil keputusan berdasarkan aturan dan prosedur internal DIT dan sekaligus mengunakan tren indsutri dan regulasi dari pemerintah.

Penggunaan Pengetahuan dalam Praktik Manajemen: Bagaimana pengetahuan digunakan dalam praktik manajemen adalah hal penting yang dibahas dalam epistemologi ilmu manajemen. Ini melibatkan penerapan konsep, teori, dan data dalam situasi nyata. Sebagai contoh, seorang manajer yang mengimplementasikan konsep manajemen lean dalam produksi pabriknya.

Epistemologi ilmu manajemen membantu kita memahami asal-usul pengetahuan dalam disiplin ini, bagaimana pengetahuan dikembangkan, dan bagaimana pengetahuan tersebut memengaruhi praktik manajemen dan pengambilan keputusan. Ini memiliki dampak signifikan pada cara organisasi dan individu beroperasi dan berinovasi dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Dengan adanya epistemologi dalam beberapa tahun terakhir beberapa doctor manajemen yang menduduki jabatan penting dalam DIT mulai merubah cara pandang dan cara mengambil keputusan bukan hanya berdasarkan suka atau tidak tetapi berdasarkan data dan keberlanjutan institusi.

 

3.      Pemahaman saya mengenai Metodologi ilmu manajemen merujuk pada kerangka kerja atau pendekatan yang digunakan untuk merancang, melaksanakan, dan menganalisis penelitian atau studi dalam konteks manajemen. Metodologi ini membantu saya sebagai peneliti atau praktisi manajemen dalam merumuskan pertanyaan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis temuan, dan membuat kesimpulan. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam pemahaman saya mengenai metodologi ilmu manajemen:

Ø  Desain Penelitian: Desain penelitian adalah tahap awal dalam metodologi ilmu manajemen. Ini melibatkan pemilihan jenis penelitian yang sesuai, seperti penelitian kualitatif, kuantitatif, atau campuran (mixed methods). Desain penelitian juga mencakup pemilihan alat dan teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data.

Ø  Kerangka Teoretis: Setiap penelitian dalam ilmu manajemen biasanya diperkuat oleh teori atau kerangka kerja konseptual yang relevan. Kerangka ini memberikan dasar untuk merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian serta membantu dalam interpretasi hasil.

Ø  Pengumpulan Data: Metodologi manajemen akan merinci cara data akan dikumpulkan. Ini bisa melibatkan metode seperti survei, wawancara, observasi, analisis dokumen, uji lapangan, atau metode lain yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Ø  Analisis Data: Penelitian dalam ilmu manajemen sering melibatkan analisis data yang rumit. Metodologi akan menjelaskan alat analisis yang akan digunakan, seperti statistik, perangkat lunak analisis data, atau teknik kualitatif, serta bagaimana data akan diinterpretasikan.

Ø  Pengambilan Keputusan: Metodologi ilmu manajemen mempertimbangkan cara pengambilan keputusan yang akan diterapkan dalam analisis data. Ini melibatkan interpretasi hasil dan penarikan kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan.

Ø  Konteks Organisasi: Penting untuk memahami konteks organisasi atau bisnis yang relevan dalam penelitian manajemen. Ini bisa mencakup aspek seperti budaya organisasi, struktur, lingkungan eksternal, dan faktor-faktor lain yang memengaruhi manajemen.

Ø  Etika Penelitian: Etika penelitian adalah komponen kunci dalam metodologi ilmu manajemen. Ini melibatkan perlindungan hak individu yang berpartisipasi dalam penelitian dan menjaga kerahasiaan data.

Ø  Validitas dan Reliabilitas: Validitas dan reliabilitas adalah faktor penting dalam metodologi ilmu manajemen. Validitas mengukur apakah alat pengukuran atau instrumen mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan reliabilitas menilai sejauh mana pengukuran dapat diandalkan dan konsisten.

Ø  Keterbatasan Penelitian: Metodologi ilmu manajemen juga akan membahas keterbatasan-keterbatasan penelitian, seperti batasan sampel, kendala sumber daya, atau faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Pemahaman yang baik tentang metodologi ilmu manajemen sangat penting untuk merancang penelitian yang kuat dan valid. Metodologi yang tepat akan membantu memastikan bahwa penelitian memberikan kontribusi yang berarti dalam pemahaman dan praktik di bidang manajemen. Penelitian dalam ilmu manajemen melibatkan sejumlah metodologi yang beragam yang dapat digunakan dalam proposal penelitian disertasi. Di bawah ini, saya akan memberikan contoh metodologi umum dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam proposal penelitian disertasi dalam ilmu manajemen:

1.      Metodologi Kualitatif:

Metode penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami, menjelaskan, dan menggali makna dalam konteks sosial dan budaya. Metode ini sering digunakan dalam ilmu sosial, humaniora, dan ilmu perilaku untuk mengeksplorasi aspek kompleks dari kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa jenis metode penelitian kualitatif yang umum digunakan:

Wawancara Kualitatif: Melibatkan interaksi langsung antara peneliti dan responden. Wawancara ini bisa terstruktur (pertanyaan tertentu) atau tak terstruktur (lebih terbuka). Wawancara mendalam adalah contoh wawancara kualitatif yang lebih dalam untuk memahami pandangan dan pengalaman individu.

Observasi Partisipatif: Peneliti berpartisipasi aktif dalam situasi yang sedang diamati. Ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang budaya dan interaksi yang terjadi.

Studi Kasus: Fokus pada pemahaman mendalam satu kasus atau sejumlah kasus dalam konteks yang lebih luas. Studi kasus sering digunakan untuk mengeksplorasi kasus unik atau fenomena kompleks.

Analisis Konten: Melibatkan analisis teks tertulis, audio, atau visual. Ini sering digunakan dalam penelitian media, analisis wacana, dan analisis teks lainnya.

Metode Grounded Theory: Pendekatan yang dirancang untuk mengembangkan teori baru dari data yang dikumpulkan. Ini melibatkan proses pengkodean dan analisis data secara iteratif untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul.

Penelitian Etnografi: Penelitian etnografi melibatkan pemeriksaan mendalam tentang budaya dan kehidupan sosial suatu kelompok. Peneliti sering tinggal di komunitas yang diteliti untuk waktu yang cukup lama untuk memahami lebih dalam kehidupan sehari-hari dan norma sosial.

Analisis Naratif: Penelitian ini berfokus pada narasi atau cerita yang diceritakan oleh individu atau kelompok. Peneliti menganalisis bagaimana narasi ini membentuk identitas dan pengalaman.

Penelitian Aksi: Jenis penelitian yang melibatkan partisipasi aktif dalam upaya perbaikan atau perubahan dalam konteks tertentu. Tujuannya adalah untuk memecahkan masalah atau memperbaiki situasi yang ada.

Metode Penelitian Historis: Penelitian ini melibatkan analisis dokumen, arsip, dan sumber daya historis lainnya untuk memahami peristiwa atau fenomena dalam konteks sejarah.

Metode Penelitian Studi Kejadian: Penelitian ini melibatkan analisis peristiwa atau kejadian tertentu untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi atau menyebabkannya.

Deskriptif: Metode deskriptif dapat digunakan untuk menggambarkan fenomena tertentu dalam manajemen, seperti budaya organisasi atau dinamika tim. Penelitian ini mungkin melibatkan studi kasus, observasi, atau wawancara mendalam dengan subjek penelitian.

Metode penelitian kualitatif sering digunakan ketika peneliti ingin menjawab pertanyaan "bagaimana" dan "mengapa" tentang fenomena yang kompleks. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang realitas sosial dan budaya, dan sering digunakan dalam penelitian sosial, psikologi, antropologi, pendidikan, dan berbagai disiplin lainnya.

2.      Metodologi Kuantitatif:

Survei: Metode survei dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dalam skala besar. Ini cocok untuk mengukur variabel-variabel yang dapat diukur dalam manajemen, seperti kepuasan karyawan atau faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas.

Analisis Regresi: Analisis regresi dapat digunakan untuk memahami hubungan antara variabel-variabel dalam manajemen, seperti faktor-faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan.

Metodologi Gabungan:

 

3.      Metode Campuran (Mixed Methods): Pendekatan campuran menggabungkan elemen kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian. Ini bisa digunakan jika Anda ingin mendalami aspek kualitatif dan kuantitatif dari topik manajemen Anda.

Studi Tindakan (Action Research): Metode ini melibatkan kolaborasi dengan organisasi atau perusahaan dalam rangka perbaikan masalah atau praktik manajemen yang ada. Ini mencakup pengumpulan data, analisis, dan tindakan untuk perbaikan.

4.      Metodologi Eksperimental:

Eksperimen Lapangan: Ini melibatkan eksperimen di lapangan yang memungkinkan peneliti memanipulasi variabel tertentu dalam lingkungan manajemen untuk memahami dampaknya.

Uji A/B (A/B Testing): Metode ini umum digunakan dalam manajemen produk dan pemasaran. Ini melibatkan membandingkan dua versi produk atau strategi pemasaran untuk melihat mana yang lebih efektif.

5.      Metodologi Penelitian Tindakan (Action Research):

Penelitian tindakan melibatkan kolaborasi dengan organisasi atau perusahaan dalam rangka perbaikan masalah atau praktik manajemen yang ada. Ini mencakup pengumpulan data, analisis, dan tindakan untuk perbaikan.

Dalam memilih metodologi yang sesuai, dalam proposal penelitian disertasi, saya juga harus menjelaskan kerangka konseptual disertasi, tujuan penelitian, pertanyaan penelitian, dan pendekatan analisis yang akan digunakan. Penting juga untuk merinci bagaimana saya mengumpulkan dan menganalisis data serta mengapa metodologi yang dipilih adalah yang terbaik untuk menjawab pertanyaan penelitian. Keseluruhan proposal harus memadukan elemen-elemen ini untuk meyakinkan pembaca bahwa penelitian dari disertasi saya akan menjadi kontribusi berharga dalam ilmu manajemen.

 

 

 

 

 

 

 

 

Referensi;

Armour, John, et al. 2009. “Private Enforcement of Corporate Law: An Empirical

Comparison of the United Kingdom and the United States”, Journal of Empirical

Legal Studies, 6 (4) : 687–722.

Chris Provis (2017) "Philosophy of Management"

Ticker, R. I. (2009). Corporate Governance - Principles, Policies and Practices.

Oxford: Oxford University Press.

Michael W. Small (2004) Philosophy in management: A new trend in management development, Journal of Management Development

Thomas D. Lynch "Philosophy of Management"-------------

Usman, Husaini. 2013. Manajemen, Teori, Praktik dan Riset Pendidikan, Edisi 4

Jakarta: Bumi Aksara

Wesite DIT, https://dit.edu.tl/

No comments:

Post a Comment