Artikel tersebut menyajikan hasil empiris dari sampel perusahaan manufaktur untuk menguji efektivitas model analisis diskriminan dalam memprediksi kebangkrutan. Hasilnya menunjukkan bahwa model tersebut akurat hingga dua tahun sebelum kebangkrutan, dengan rata-rata proporsi klasifikasi yang benar sebesar 93,5%. Namun, keakuratannya menurun seiring bertambahnya waktu tunggu. Artikel ini juga membahas signifikansi statistik dan kontribusi relatif setiap variabel terhadap fungsi diskriminan secara keseluruhan.
Artikel ini mengakui keterbatasan model, termasuk potensi
bias akibat kesalahan pengambilan sampel dan bias pencarian dalam memilih
variabel. Hal ini menunjukkan perlunya pengujian sampel sekunder untuk
memvalidasi keakuratan model. Analisis tren yang disajikan dalam artikel ini
menunjukkan bahwa rasio keuangan menunjukkan tren yang memburuk ketika
mendekati kebangkrutan, dengan perubahan paling signifikan terjadi antara tahun
ketiga dan kedua sebelum kebangkrutan.
Penerapan praktis dan teoritis dari model ini dibahas,
termasuk evaluasi kredit usaha, prosedur pengendalian internal, dan pedoman investasi.
Artikel tersebut menyarankan bahwa model ini dapat berguna dalam situasi
pengambilan keputusan dan berpotensi mencegah kesulitan keuangan.
No comments:
Post a Comment