“Masalahnya bukan pada kekuasaan, tapi pada hati yang tidak selesai dengan dirinya sendiri.” — Fahruddin Faiz
Kekuasaan itu seperti cermin. Ia memperlihatkan siapa kita sebenarnya, bukan siapa yang kita ingin tunjukkan. Pada hati yang tenang dan tuntas, kekuasaan adalah amanah; ia diterima, dijalankan, dan dilepaskan dengan penuh tanggung jawab. Tetapi pada hati yang belum selesai dengan dirinya sendiri, kekuasaan menjadi racun.
Hati yang gelisah selalu ingin lebih. Hati yang belum berdamai dengan keserakahan, iri, atau ambisi, melihat kekuasaan sebagai obat, padahal ia hanya memperbanyak penyakit. Orang seperti ini tidak mengelola negara atau komunitas dengan bijak, ia mengelola ketakutan, kehormatan semu, dan pencitraan.
Itulah mengapa kritik, pengawasan, dan refleksi bukan sekadar prosedur politik; ia adalah cermin moral. Kekuasaan yang benar bukan sekadar posisi, tetapi hasil hati yang selesai dengan dirinya sendiri—hati yang cukup untuk menahan diri, cukup untuk mengalah demi kebenaran, cukup untuk menundukkan ambisi demi keadilan.
Tanpa hati yang tuntas, kekuasaan bukan menjadi jalan kebaikan, tapi labirin keserakahan yang menyesatkan diri sendiri dan orang lain.
#literasi #filsafat #fyp #edukasi #motivasi #inspirasi
No comments:
Post a Comment